Kemudikan meriam swagerak 152 mm. Atur sudut elevasi, muatan pendorong, dan arah angin, lalu jatuhkan peluru tepat sasaran dari balik bukit. Setiap tembakan adalah soal gerak parabola.
Tekan P atau ESC untuk melanjutkan.
Pengembang: Asep Panji Lesmana, S.S.
Kepala SMA Negeri 10 Depok · Guru Duta Canva · Duta Teknologi Kemendikdasmen
Model 3D meriam: "2S19 MSTA-S Self-Propelled Artillery" oleh Muhamad Mirza Arrafi (sketchfab.com/3d-models/2s19-msta-s-self-propelled-artillery-c12432ada9a84859bc74c3d5ef7046f8), lisensi Creative Commons Attribution 4.0 (CC BY 4.0). Model dioptimalkan; menara dan laras dipisah agar bisa berputar dan naik-turun.
Fisika: peluru mengikuti gerak parabola dengan g = 9,8 m/s² ditambah pengaruh angin; waktu terbang peluru ditampilkan 4× lebih cepat agar permainan tidak menunggu lama. Bunyi ledakan datang terlambat sesuai kecepatan bunyi 343 m/s.
Sasaran: papan tembak, menara radar, dan robot fiksi. Teknologi: Three.js, Web Audio API, huruf Oxanium & Barlow (SIL OFL).